Ampunnews Bandar Lampung – Semangat kolaborasi dan kepemudaan kembali digaungkan melalui Deklarasi dan Dialog Rembuk Pemuda Lampung yang mengusung tema “Pemuda Lampung Motor Penggerak Menuju Indonesia Emas 2045.”
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pemuda Lampung untuk berkumpul, bertukar gagasan, sekaligus membangun komitmen bersama dalam mengambil peran strategis bagi kemajuan daerah dan masa depan Indonesia.
Deklarasi dan Dialog Rembuk Pemuda Lampung dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai. Kegiatan digelar di Djaya House, Jalan Landak No. 12, Kelurahan Sidodadi, Bandar Lampung.
Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi kepemudaan dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Rangkaian acara meliputi opening speech, welcoming speech, keynote speech, serta dialog dan diskusi yang menghadirkan berbagai perspektif dari unsur kepemudaan, organisasi, dan masyarakat Lampung.
Founder Rembuk Pemuda Lampung, Aidil Afdan Pananrang, dijadwalkan menjadi pembicara pembuka. Kegiatan juga menghadirkan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nur Chalim serta Koordinator Rembuk Pemuda Lampung Alvin Rahmat Dani.
Sementara itu, Ahmad Giri Akbar, S.E., MBA, Ketua DPD Provinsi Lampung, dijadwalkan menyampaikan keynote speech dalam kegiatan tersebut.
Sesi dialog menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai organisasi kepemudaan. Di antaranya Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, S.H.; Ketua HIPMI Provinsi Lampung Gilang Ramadhan; serta Ketua KNPI Provinsi Lampung Iqbal Ardiansyah, S.Si., M.P.M.
Dialog tersebut akan dipandu oleh Monisca Liantari, Bendahara Umum UKM-F MAHKAMAH, selaku moderator, bersama Ayu Aulia yang merupakan anggota Rembuk Pemuda Lampung.
Melalui forum tersebut, para pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi mampu mengambil peran aktif dalam menyampaikan gagasan, membangun kolaborasi lintas organisasi, serta ikut mendorong pembangunan Lampung.
Rembuk Pemuda Lampung juga diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antargenerasi dan organisasi kepemudaan, sehingga energi serta potensi generasi muda dapat diarahkan menjadi kekuatan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (Lena)




